Wanita ini hidupnya penuh dengan keberpuraan. entah bagaimana bisa memahaminya. sungguh tak habis fikir. dulu dia ceria tanpa beban, hidupnya mengalir bagaikan air. nafasnya penuh dengan kehampaan. dia penyayang tapi tidak terlihat. menurutnya hal itu bikin dia malu. lebih tepatnya gengsi.
wanita ini takut kehilangan. hal kecil bisa dia besar2 kan. hal besar dia kecil2kan. egonya tinggi, sifatnya tidak mudah di tebak. cenderung percaya ke zodiak juga.
tapi, diusia saat ini, dia sudah mati. tidak ada cita2 lagi, usianya sudah habis. dia mencoba melanjutkan hidupnya dengan keberpuraan. menurutnya dunia kejam, tak adil, dan riuh.
dia tidak bisa keluar dari anak tangga. sering membandingkan juga. aku ga tau dia maunya apa. yang jelas dia tidak menikmati hidup.
setelah aku tanyakan, sebenarnya dia maunya apa? dia jawab: dia pengen menjalani hidup layaknya orang lain. tapi mau gimana lagi? hatinya sudah mati. sekarang dia hidup hanya untuk orang yang dia cintai saja.
untuk wanita ini, udah kau lanjutkan hidup kau. terus deketin tuhan kau, kau ini seorang hamba, minta lah permohonan kepada tuhan kau agar tuhan kau luluh dan memberikan kau perbaikan hidup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar